Tips Senyum Bagi Anda yang Mempunyai Gigi Kelinci

cara memutihkan gigi kuning

Gigi kelinci biasanya ditandai dengan bentuk dua gigi depan atas yang lebih besar dari gigi lainnya. Gigi kelinci sering menyebabkan ketidak nyamanan atau rasa tidak percaya diri terutama ketika senyum, namun kini anda tidak perlu khawatir karena ada cara senyum untuk gigi kelinci. Ingin tau caranya? baca sampai selesai ya.

Orang dengan gigi kelinci biasanya merasa minder dengan bentuk giginya karena berbeda dengan orang lain. Lalu, apa penyebab gigi kelinci dan bagaimana cara mengatasinya jika mempengaruhi penampilan atau kesehatan? yuk simak penjelasannya.

Penyebab Gigi Kelinci

cara senyum untuk gigi kelinci

1. Pengaruh Genetika

Ketika seseorang dilahirkan dengan rahang yang tidak rata, rahang atas atau bawahnya lebih kecil. Gigi kelinci tidak bisa dihindari.

Selain itu, yang dimaksud dengan genetika adalah ketika salah satu anggota keluarga mengalami gigi kelinci, maka keturunan atau kerabat sedarah lainnya berpotensi mengalami hal yang sama.

2. Penggunaan Empeng Secara Berlebihan

Tidak hanya kebiasaan mengisap jempol saja yang bisa menyebabkan gigi kelinci, penggunaan dot atau empeng juga berdampak serupa lho.Bahkan, menurut sebuah penelitian dalam Journal of American Dental Association, risiko maloklusi (posisi gigi dan rahang yang tidak normal) lebih tinggi jika anak menggunakan dot berlebihan dibandingkan kebiasaan mengisap jempol.

Ini karena dot dapat memberi tekanan berlebihan pada gigi atas dan menyebabkan gigi tumbuh.Untuk itu, anak yang berusia dua tahun sebaiknya berhenti menggunakan dot agar risiko gigi kelinci bisa dihindari.

3. Gigi Tanggal, Gigi Ekstra, atau Gigi Benturan

Jarak atau crowding dapat mengubah kesejajaran gigi depan dan menyebabkan munculnya gigi kelinci.Selain itu, adanya gigi yang hilang memungkinkan gigi yang tersisa untuk bergeser dari waktu ke waktu, mempengaruhi posisi gigi depan.

Tidak ada ruang yang cukup untuk menampung gigi juga bisa menyebabkan masalah keselarasan. Gigi kelinci juga dapat terjadi jika mereka memiliki gigi ekstra (berlebihan) atau gigi impaksi.

4. Bruxism atau Teeth Grinding

Bruxism, juga dikenal sebagai Teeth Grinding, juga dapat menyebabkan seseorang memiliki gigi kelinci. Teeth Grinding adalah kebiasaan menekan dan menggerakkan gigi secara tidak sadar. Biasanya, kebiasaan ini terjadi saat tidur. Banyaknya tekanan yang dihasilkan oleh bruxism dapat menyebabkan patah gigi dan dapat membuat gigi kelinci.

Tidak hanya menyebabkan gigi kelinci, bruxism juga bisa membuat seseorang mengalami Temporomandibular Joint Syndrome.Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada rahang sehingga mengganggu proses membuka mulut saat makan atau menelan.

5. Kebiasaan Mengisap Jempol

Mengisap jempol adalah salah satu kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan gigi kelinci. Ini biasanya terjadi pada anak-anak.Menurut Koch Orthodontics, ketika gigi dan rahang masih berkembang, tekanan dari ibu jari dapat mengganggu pertumbuhan alami gigi.

Kemudian, ketika kebiasaan mengisap jempol ini berlanjut hingga melewati usia 3 atau 4 tahun, gigi permanen anak cenderung tumbuh tidak normal pada sudut yang salah dan menjadi gigi kelinci.

Jika anak Anda memiliki kebiasaan mengisap jempol, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis ortodonti anak untuk mendapatkan panduan dan perawatan yang tepat sejak dini.

6. Menjulurkan Lidah Terlalu Sering

Kebiasaan lain yang bisa menyebabkan gigi kelinci dan biasanya dimulai sejak kecil adalah ketika Anda terlalu sering menjulurkan lidah.

Meski sering terjadi pada anak-anak, kebiasaan ini bisa berlanjut hingga dewasa karena berbagai alasan, seperti amandel yang membengkak, kebiasaan mengunyah, dan menelan yang buruk.

Munculnya gigi kelinci akibat kebiasaan ini terjadi ketika lidah menekan terlalu jauh ke depan di dalam mulut.Jika lidah menekan gigi untuk waktu yang singkat, itu mungkin tidak mempengaruhi posisi gigi.Namun, jika lidah terus-menerus didorong ke gigi, itu bisa menyebabkan gigitan terbuka atau gigi menonjol.

Apakah Gigi Kelinci Berbahaya?

Orang yang memiliki gigi kelinci biasanya mengalami perasaan minder dan kehilangan kepercayaan diri karena penampilannya yang berbeda dengan orang lain.Tidak hanya mempengaruhi penampilan seseorang, gigi kelinci juga bisa berdampak pada kesehatan jika tidak segera ditangani.

Berikut risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh gigi kelinci:

1. Masalah Mengunyah

Penyelarasan gigi yang tidak tepat di kedua rahang karena gigi kelinci sering menyebabkan masalah mengunyah. Mengunyah yang tidak benar lebih lanjut dapat menyebabkan pencernaan yang buruk.Selain itu, gigi yang terlalu besar di bagian depan atas dapat menyebabkan rasa sakit saat menggigit atau mengunyah.

2. Berisiko Mengalami Masalah Gigi Lainnya

Gigi kelinci termasuk kondisi gigi yang tidak biasa yang dapat membuat seseorang lebih sulit untuk membersihkannya.Hal ini juga membuat mereka lebih berisiko terkena masalah gigi, seperti kerusakan gigi, gigi berlubang, dan radang gusi.Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa mengencangkan gigi, rahang, dan otot, yang bisa meningkatkan risiko patah gigi.

3. Masalah Jalan Napas

Gigi yang menonjol tidak menyebabkan masalah saluran napas, tetapi faktor ukuran rahang yang dapat menyebabkannya.Gigi kelinci menyebabkan mulutnya terlalu penuh sehingga ukuran rahang menjadi kecil dan saluran udara juga kecil.Hal ini menyebabkan jalan napas menjadi tidak normal.

Jalan napas yang tidak berkembang atau menyempit ini akan menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur, mendengkur, dan sleep apnea, yang memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

4. Menghambat Proses Bicara

Gigi kelinci dapat menyebabkan kesulitan berbicara. Umumnya, orang dengan gigi depan atas yang besar mengalami kesulitan mengucapkan kata-kata dengan huruf F, M, B, V, P, dan S

Cara Mengatasi Gigi Kelinci

cara senyum untuk gigi kelinci

Gigi kelinci yang dianggap mengganggu penampilan atau menimbulkan masalah kesehatan lainnya, perlu segera ditangani.Tapi biasanya, perawatannya akan berbeda untuk setiap orang. Tergantung pada tingkat keparahan.Beberapa cara mengatasi gigi kelinci, antara lain:

1. Kawat Gigi atau Aligner

Jika masalah gigi kelinci ditemukan sejak dini, anak-anak di tahun-tahun awal atau bahkan remaja dapat memanfaatkan kawat gigi.Begitu pula dengan orang dewasa yang memiliki gigi kelinci. Mereka juga dapat menggunakan kawat gigi atau pelurus Invisalign.

Kawat gigi atau pelurus gigi akan membantu secara bertahap memindahkan gigi ke posisi yang benar.Kawat gigi tradisional memiliki braket logam dan kawat. Sementara itu, aligner Invisalign adalah baki plastik bening yang dibuat khusus untuk bentuk gigi Anda.

Oleh karena itu, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi anak untuk mendapatkan bimbingan dan perawatan yang tepat dalam meluruskan gigi sejak dini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

2. Operasi Rahang

Dalam kasus yang parah, operasi ortognatik atau rahang akan disarankan.Ini dilakukan jika pasien memiliki gigi kelinci karena masalah dengan kerangka atau struktur rahang.

Operasi akan dilakukan dengan mendorong tulang rahang atas ke belakang atau menggerakkan rahang bawah ke depan sehingga gigi sejajar dan bentuk gigi terlihat normal.

Cara Senyum Untuk Gigi Kelinci

  1. Coba buat warna kontras antara warna gigi dan kulit anda,hal ini dilakukan supaya gigi anda terlihat lebih terang.
  2. Apabila anda mempunyai bibir atas lebih tebal, coba perlihatkan sedikit gigi anda ketika tersenyum.
  3. Perlihatkan delapan buag gigi anda, karena itu jumlah ideal untuk senyum yang sempurna
  4. Tersenyumlah berdasarkan bentuk wajah anda, jika wajah anda berbentuk persegi cobalah tersenyum lebar, karena hal ini wajah anda akan  tampak lebih oval. Sementara jika memiliki bentuk wajah panjang lebih baik yang ditonjolkan adalah aspek horizontal gigi.

Itulah beberapa informasi yang berkaitan dengan gigi kelinci dan cara senyum untuk gigi kelinci yang dapat kunin sampaikan. Semoga bermanfaat